Cara Mendesain Checkout Page Konversi dari Sudut Pandang Psikologi Customer

Cara Mendesain Checkout Page Konversi dari Sudut Pandang Psikologi Customer

Anda tentu pernah melakukan belanja online di market place sekelas Lazada, Supplier.id, dan masih banyak lagi lainnya. Jika ya, pernahkah belanja online Anda hanya terhenti pada tahap keranjang belanja, tanpa membayar produk-produk yang telah Anda pilih?

Hal ini pula lah yang juga terjadi pada kebanyakan customer ketika mengunjungi toko online.

Menurut Neilpatel.com, pada tahun 2014 setidaknya sekitar 68,07% dari customer memilih hanya meninggalkan keranjang belanjaan pada toko online tanpa benar-benar membeli produk tersebut.

Online shop

Ya, meskipun kini banyak orang telah beralih dengan membeli suatu produk melalui online, namun sebagian besar customer memilih untuk tidak menyelesaikan pembelian online hingga akhir.

Jadi, apa yang membuat hal tersebut terjadi?

Sebenarnya, hal-hal tersebut terjadi karena kebanyakan toko online memiliki halaman checkout yang justru malah mendorong customer potensial pergi.

Namun, hal ini masih dapat diatasi dengan cara memahami psikologi customer ketika berada pada halaman checkout sebuah toko online.

Jika Anda adalah pelaku bisnis online, tentunya Anda juga ingin memperbaiki masalah checkout webiste Anda. Untuk itu, simak baik-baik informasinya untuk memperbaiki halaman checkout Anda guna meningkatkan profit bisnis online Anda.

1. Buat Customer Merasa Aman dengan Minimalkan Risiko Mereka

Membeli barang secara online bisa menjadi sesuatu hal yang berisiko untuk dilakukan.

Untuk itu, kredibilitas toko online Anda harus benar-benar baik di mata customer. Sudah menjadi kewajiban Anda untuk menjamin bahwa toko online Anda benar-benar pilihan terbaik untuk memenuhi kebutuhan customer Anda.

Caranya, lakukan hal-hal berikut sebagai amunisi Anda untuk meyakinkan calon customer.

Pertama, akan ada pengembalian dana (jaminan) apabila barang rusak ataupun tidak sampai ke tempat tujuan.

Memang, jika Anda ingin membeli produk offline, maka barang yang Anda pilih, itulah yang nantinya akan Anda beli. Namun jika Anda ingin membeli melalui online, sangat berbeda. Customer hanya memilih barang atau produk hanya melalui gambar. Dan bisa jadi, setelah produk dikirimkan ternyata tidak sesuai dengan yang diinginkan oleh customer (dari segi ukuran, warna, dll).

Untuk itulah, fitur jaminan dengan pengembalian dana ini sudah seharusnya ada untuk menghapus kekhawatiran customer Anda.

Lalu bagaimana jika yang kami jual adalah produk virtual?

Tenang saja, Anda masih dapat menggunakan strategi ini. Caranya, dengan memberikan versi trial selama 30 hari secara gratis. Selanjutnya, setelah masa trial tersebut berakhir, barulah Anda dapat mematok biaya sesuai dengan harga produk virtual tersebut.

Contohnya, Anda dapat melihatnya pada Pinclick.co. Ini merupakan sebuah tools untuk meningkatkan traffic website Anda dengan memberikan CTA. Tools ini menyediakan versi trial untuk penggunanya secara gratis.

Pinclick Free

 

Ya, pengembalian dana jaminan tersebut hanya satu di antara banyak cara.

Tahukah Anda bahwa 93% dari customer online akan sangat antusias untuk membeli lebih banyak produk jika terdapat pilihan pengiriman gratis (studi dari Neilpatel)?

Ini merupakan alasan yang sangat sederhana. Pertama, karena banyak orang akan senang ketika mendapatkan sesuatu dengan gratis. ‘Gratis’ merupakan kata terampuh yang dapat Anda jadikan sebagai amunisi dalam toko online Anda.

Namun untuk mengakali pengiriman gratis ini, sering kali banyak pelaku bisnis yang meninggikan terlebih dahulu harga produk mereka sebagai ganti pengiriman gratis yang ditawarkan.

JANGAN! Hindari hal tersebut. Karena, customer sangat membenci biaya yang tersembunyi.

Sekitar 28% calon customer akan menghentikan aktivitas pembelian mereka ketika mengetahui bahwa terdapat biaya tersembunyi sebagai ganti biaya pengiriman gratis.

Jangan terlalu dipaksakan untuk biaya pengiriman gratis ini. Jika memungkinkan, Anda dapat menambahkan fitur pengiriman gratis ini hanya dalam wilayah tertentu. Misalnya, usaha Anda berlokasi di Jakarta, maka Anda bisa menggratiskan biaya untuk wilayah JABOTABEK.

Gambar Free Ongkir

 

Lihat pada gambar di atas, berapa banyak kompetitor Anda yang sudah terlebih dulu menggunakan cara ini untuk menggaet customer. Lalu bagaimana dengan Anda?

2. Berikan Alasan Mengapa Customer Harus Mempercayai Toko Online Anda

Sangat sulit sekali mempercayai sebuah toko online yang baru saja Anda temukan di internet.

Ini terjadi, karena calon customer tidak benar-benar memiliki alasan mengapa dirinya harus mempercayai too online yang baru saja ditemukannya.

Ketika customer sudah mempercayai toko Anda, maka hal tersebut tidak seperti melakukan transaksi bisnis, melainkan lebih kepada menjalin interaksi yang dekat dengan seseorang.

Jadi, apa yang harus Anda lakukan untuk mengatasi hal ini?

Terdapat beberapa metode yang dapat Anda gunakan untuk membangun sebuah kepercayaan customer. Namun, sebelum Anda mengerti lebih jauh tentang strategi yang dimaksud, jangan pernah berbohong atau memalsukan informasi Anda.

Salah satu  cara untuk membangunnya adalah dengan cara membangun kepercayaan dengan menunjukkan bukti sosial pada website Anda.

Bukti sosial, apa maksudnya?

Bukti sosial merupakan sumber yang paling kuat dari pengaruh psikologis. Pada dasarnya, orang akan cenderung  melakukan hal yang sama dengan yang orang lain lakukan.

Bukti sosial yang DigitalMarketer.id maksud adalah dengan menggunakan dua hal berikut untuk meningkatkan konversi pada halaman checkout toko online Anda.

  • Testimonial
  • Sertakan Logo dari Partner

Testimonial – Salah satu untuk menggunakan bukti sosial pada halaman checkout adalah dengan menampilkan beberapa testimonial.

Dengan menggunakan testimonial, Anda dapat meningkatkan kepercayaan customer potensial Anda terhadap bisnis Anda.

Testimonial

 

Namun, Anda tidak dapat serta merta mengambil testimonial dari sembarang orang. Untuk itu, Anda perlu memperhatikan hal berikut sebelum menyertakan testimonial pada toko online Anda:

Testimonial 1: Testimonial harus menyinggung keinginan dan ketakutan dari orang yang termasuk target pasar Anda.

Ya, testimonial harus mampu menjelaskan keadaan customer sebelum menemukan produk Anda dan bagaimana keadaannya menjadi lebih baik setelah menemukan produk Anda.

Testimonial 2: Gunakan foto orang-orang yang memberikan testimonial

Dengan menyertakan foto si pemberi testimonial, maka hal tersebut akan mampu melipatgandakan kepercayaan customer.

Testimonial 3: Dapatkan testimonial dari customer potensial Anda.

Akan lebih etis jika Anda memilih seseorang untuk dijadikan testimoni jika seseorang tersebut merupakan customer potensial Anda.

Dengan munculnya foto dan testimonial yang bersangkutan pada toko online Anda, maka hal tersebut akan menjadi sebuah kebanggaan dan penghargaan untuk customer potensial Anda.

Selanjutnya yang tak kalah penting, Anda juga harus menyertakan logo perusahaan yang menjadi partner Anda.

Hal ini untuk membuktikkan bahwa bisnis Anda memang telah terpercaya dengan bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan besar.

Misalnya, Anda dapat menemukan contohnya pada PanduanDiet.com seperti gambat di bawah ini:

Logo Kerja Sama

3. Buat Halaman Checkout Anda Lebih Sederhana

Beberapa pelaku bisnis yang menjalankan bisnis online membuat proses pembelian secara online benar-benar menjadi sulit.

Bahkan, sekitar 21% calon customer telah meninggalkan keranjang belanja online mereka disebabkan karena proses checkout yang terlalu rumit.

Hal ini disebabkan karena beberapa hal yang tidak diketahui oleh banyak pelaku bisnis online.

Pada dasarnya, customer lebih suka dengan kepuasan instan.

Jika Anda mampu membuat proses checkout toko online Anda lebih dekat dengan kepuasan instan yang diharapkan oleh customer, maka Anda akan mampu meningkatkan konversi lebih banyak.

Mengapa DigitalMarketer.id menyebutnya kepuasan instan?

Bayangkan, jika Anda menemukan produk yang selama ini Anda cari pada sebuah toko online. Maka, dengan segera Anda tentu ingin memilikinya. Hal inilah yang mendorong customer untuk cepat melakukan pembelian dan mereka sudah tidak sabar untuk bisa memiliki produk tersebut.

Tentu saja, Anda akan klik add button keranjang belanja, dan kemudian pergi ke halaman checkout.

BOOOOM… Lalu apa yang terjadi? Anda disuguhi puluhan kolom formulir yang meminta Anda mengisikan data pribadi.

Jika itu yang terjadi pada Anda, masihkah Anda menggebu untuk memiliki produk yang Anda inginkan tersebut?

Untuk mengatasi hal ini, Anda sebagai pemilik toko online harus mengurangi jumlah kolom formulir yang harus diisi oleh calon customer.

Jelas, yang paling penting adalah alamat email dan alamat fisik. Bahkan, ukuran kolom yang semakin kecil akan berefek besar pada konversi Anda.

Form pembelian

Dengan begitu, Anda akan lebih membuat proses halaman checkout Anda menjadi lebih mudah.

Berbicara tentang data, menurut Neilpatel.com, 50,3% dari semua traffic yang mengunjungi situs ecommerce berasal dari perangkat mobile.


Mobile

 

Dengan adanya data tersebut, apakah saat ini proses checkout toko oline Anda sudah optimal untuk tampilan mobile? Jika tidak, sekitar 50% berarti customer Anda akan dibuat kesulitan dengan hal ini.

Misalnya, jika calon customer ingin mengklik pada bagian di mana mereka harus memasukkan nomor telepon, maka ‘nomor pada keyboard’ mobile secara otomatis akan ditampilkan.

Meski hal-hal ini tampaknya sangat sederhana dan sepele, namun sangat berdampak pada konversi toko online Anda.

Bagaimana, apakah Anda juga ingin memaksimalkan halaman checkout Anda untuk menjaring banyak konversi? Untuk itu, terapkan ketiga cara yang telah disebutkan dalam artikel ini untuk memaksimalkannya. Anda masih belum jelas tentang pembahasan ini? Tidak ada salahnya untuk meninggalkan pertanyaan pada kolom komentar di bawah.

Subscribe For Updates

Subscribe For Updates

Join our mailing list to receive the latest news and updates from our programs.

You have Successfully Subscribed!