7 Tips Jitu untuk Sukses dalam Penjualan Dinamis

7 Tips Jitu untuk Sukses dalam Penjualan Dinamis

Dalam dunia bisnis terutama di dunia digital, semua bisa berubah secara cepat mengikuti perkembangan teknologi dan informasi.

Jika ingin bisnis Anda tumbuh berkembang, Anda juga harus memahami serta mengikuti perubahan yang berjalan cepat. Termasuk dalam hal pendekatan penjualan yang dinamis.

Penjualan yang dinamis adalah tentang menyelaraskan rencana penjualan Anda untuk proses customer buying.

Setiap customer (atau kelompok customer) memiliki pengambilan keputusan dan proses pembelian yang berbeda, maka dari itu proses penjualan harus cukup fleksibel untuk memenuhi kebutuhan masing-masing.

Hal ini menuntut Anda untuk mengembangkan hubungan dan upaya untuk memahami bagaimana customer Anda membuat keputusan, apa yang diperlukan agar hal itu terjadi, dan kapan hal itu harus terjadi.

Tidak ada set, seperti satu ukuran yang cocok untuk semua proses Anda ketika setiap kali Anda menerapkannya.

Tapi keuntungan besar adalah bahwa tugas seperti mendiagnosis masalah, menskala efesiensi tim Anda, dan memperkirakan kebutuhan masa depan Anda sendiri menjadi lebih mudah dan lebih akurat.

Baik, mari kita fokuskan pada topik artikel.

Apa yang akan dibahas dalam artikel kali ini?

Anda akan diberikan 7 tips jitu untuk sukses melalui pendekatan dinamis untuk penjualan.

Apa saja tips tersebut?

Mari kita mulai saja.

Tips Jitu Untuk Sukses Melalui Pendekatan Dinamis Untuk Penjualan

  1. Memahami Bagaimana Pembeli Mencari Suplier di Dunia Saat ini

1

Pembeli hari ini mencari seorang ahli yang menawarkan informasi berharga dan wawasan penting tentang tantangan yang khas atau masalah bisnis.

Bagaimana cara utama mereka dalam melakukan hal ini? Dengan mencari secara online (jadi penting bahwa Anda online), tapi itu baru langkah pertama.

Pembeli memilih penyedia layanan yang mendidik dengan informasi praktis, wawasan, ide, dan perspektif baru.

Jadilah penyedia layanan yang seperti itu. Dengan membuat informasi yang segar, asli, dan available, dan Anda akan mengeset proses penjualan yang dinamis ke dalam tindakan.

  1. Jangan Pikirkan tentang Apa yang Anda Inginkan, tapi Semua Tentang Customer

2

Berfokus pada kebutuhan dan keinginan customer membutuhkan skala usaha marketing one-on-one, sehingga setiap anggota tim penjualan dapat menawarkan konten khusus untuk setiap pertemuan dengan pembeli.

Hal ini membutuhkan pemikiran tentang apa yang di dalamnya bagi customer dan apa keuntungan yang akan diperoleh customer jika menggunakan produk atau layanan Anda.

Pada saat menyebarkan konten yang umum, mungkin hal ini akan bekerja ketika seseorang pertama kali mendengar tentang perusahaan Anda, tetapi ketika saatnya beralih ke tahap penjualan, tak lagi akan menjadi proses yang cepat.

Penjualan yang dinamis juga perlu mengukur apa yang bekerja. Apakah itu melalui pengumpulan data terkait dengan konten, proses, atau kepuasan customer, analisis data yang kuat akan membantu tim Anda untuk berlatih mempraktikkan penjualan yang dinamis.

  1. Biarkan Proses Penjualan Anda Mencerminkan Proses Pengambilan Keputusan Prospek

3

Penjualan yang dinamis mencerminkan praktik dari prospek pembelian. Seiring waktu, anggota tim menjadi lebih mahir dalam mengetahui apa yang mereka perlu tahu, dicapai, dan share pada setiap tahap dari proses pembelian untuk menjawab kebutuhan customer dengan tepat.

Penjual dan pemasar memiliki pemikiran yang sama, yaitu tahu bahwa kebutuhan customer tidak statis.

Hal ini dapat menyebabkan gejolak karena pasar dan teknologi berkembang cepat. Dengan memikirkan hal tersebut, tenaga penjualan saat ini harus fleksibel, dan mereka membutuhkan pendekatan seperti mendengarkan customer, memperhatikan, dan mengembangkan kapasitas untuk mendeteksi tren dalam proses pembelian sehingga mereka tidak lengah.

  1. Menerapkan Tools untuk Mobilitas dan Kolaborasi

4

Menjadi terhubung dan dapat bekerja sama adalah hal yang penting.

Ketika Anda dapat menggunakan teknologi untuk memungkinkan customer agar mengerti proses Anda (termasuk penjualan, pemasaran, pengoperasian, dan servis) Anda mendemonstrasikan bahwa Anda bekerja untuk mereka pada setiap langkah.

Saat ini Anda tidak bisa memberitahu prospek untuk menunggu sampai Anda kembali ke kantor sehingga Anda dapat mengirim email informasi kepada mereka.

Teknologi mobile memungkinkan Anda untuk membawa setiap bit terakhir dari informasi dimanapun Anda berada.

Dengan pemberdayaan penjualan, Anda dapat menunjukkan kepada prospek solusi yang sesuai di tempat itu juga.

  1. Definisikan Kembali Apa Arti “Closing”

blue contact

Ungkapan “selalu closing” tidak berarti benar terjadi pada generasi yang lalu. Sementara, Anda harus selalu bergerak maju, Anda tidak selalu harus fokus hanya pada mendapatkan tanda tangan yang di kontrak.

Closing dapat diartikan lain pada setiap tahap. Misalnya, Anda berhasil “close” pengenalan Anda kepada prospek. Kemudian Anda “close” pertemuan dengan mereka berhasil.

Sikap ini akan memaksa Anda untuk memberi perhatian di setiap langkah, sehingga Anda dapat tetap lebih dekat selangkah dengan pembeli Anda.

  1. Menjadi Master Follow Up

6

Apakah Anda tahu bahwa hampir setengah dari penjualan profesional menyerah setelah satu follow up? Atau perwakilan penjualan rata-rata hanya membuat dua usaha follow up untuk mencapai prospek?

Apakah Anda berpikir bahwa hal itu dapat bekerja baik bagi mereka para sales? Faktanya adalah menyelesaikan game dalam penjualan membutuhkan tindakan besar dan respon yang luar biasa ketika prospek memiliki pertanyaan.

Menindaklanjuti lead baru dengan cepat meningkatkan peluang Anda untuk menempatkan sisanya dari proses penjualan yang dinamis untuk bekerja, dan menindaklanjuti setiap langkah mempertinggi kemungkinan Anda untuk sukses.

  1. Mengembangkan “Playbook” Dinamis untuk Setiap Potensi Kesepakatan

7

Dalam lingkungan penjualan saat ini, menciptakan “playbook” penjualan tetap untuk digunakan dengan setiap customer potensial tidak akan mendapatkan hasil (setidaknya bukan seperti yang Anda inginkan).

Untungnya, teknologi membuatnya cukup mudah untuk membuat playbook yang dinamis untuk setiap calon kesepakatan.

Bila Anda memiliki mobilitas dan tools di tangan untuk menyajikan konten penjualan yang tepat dan untuk mencatat hasil pada setiap langkah dari proses penjualan, Anda dapat menyesuaikan informasi untuk siklus customer buying dan proses pengambilan keputusan.

Jika Anda baru berencana melakukan penjualan yang dinamis, berarti Anda harus mengurangi setumpuk tools rumit ke tools yang sederhana dan paling relevan dengan prospek Anda.

Jika perusahaan Anda lebih maju, ia menggunakan konten interaktif seperti kalkulator, dipandu penjualan, dan analisis langsung yang dapat Anda share dengan customer.

Selanjutnya?

Apa yang akan lakukan setelah membaca artikel ini sampai akhir? Yang pasti tidaklah cukup jika hanya mengetahui dan memahaminya.

Jika Anda ingin meraih kesuksesan dalam penjualan yang dinamis cobalah untuk menggunakan 7 tips ini.

Tidak ada yang selalu berjalan mulus, namun jika Anda berani mengambil langkah dan risiko, sebenarnya Anda telah berhasil menanamkan diri Anda menjadi orang sukses di masa depan.

Semoga bermanfaat!

Baca juga artikel lainnya yang berhubungan dengan penjualan dan customer :

Bila Anda memiliki kesulitan atau cerita menarik dan ingin disampaikan, Digitalmarkerter.id akan sangat antusias jika Anda berbagi pengalaman Anda pada kolom di bawah ini.